Berikut Cara Menanamkan Jiwa Sila-sila Pancasila Sejak Dini

 Ditulis oleh: Luvi

Sejak negara ini merdeka para pendiri bangsa Indonesia telah menunjukkan identitas suatu negara yang berdaulat dengan dibuatnya bendera Merah Putih, dan pedoman bangsa UUD 1945 yang didalamnya termaktub atau tersusun dasar negara kita yakni Pancasila. Tentu, setiap warga negara Indonesia harus mengamalkan betul semua sila yang ada di dalam Pancasila.

Nilai-nilai luhurnya menjadi pondasi dalam diri setiap anak agar kelak ketika anak itu dewasa memiliki karakter kebangsaan dan ini bisa dimulai saat di bangku sekolah dasar. Namun, penanaman dapat dilakukan sejak anak berusia dini. Bahkan hal ini sangat tepat diberikan karena anak usia dini akan lebih mudah tertanam dalam hati dan benak anak dengan baik.

Anak usia dini yang masih berada dalam usia emas juga akan sangat mudah menangkap dan mempraktikkan suatu hal. Oleh karena itu wajib bagi setiap orangtua mengenalkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian anak.

Tentu bukan memperkenalkan secara teoritis. Anak-anak bisa mulai dikenalkan Pancasila melalui aktivitas sehari-hari. Berikut ini beberapa aktivitas yang bisa menjadi modal awal untuk mengenalkan nilai-nilai luhur Pancasila pada anak yang dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud.

1. Rutin diajak beribadah bersama.

Sesuai dengan sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai Ketuhanan. Di dalamnya memberikan tugas kepada orangtua untuk mengenalkan dan mengajarkan anak tentang agama Untuk anak yang masih berusia dini, salah satu cara termudah mengenalkan anak dengan agama dan Tuhan YME adalah dengan mengajaknya beribadah bersama.

Lebih baik jika rutin orangtua ajak beribadah di tempat ibadah sesuai agama masing-masing. Cara lain yang bisa orangtua ajarkan pada anak sebagai penanaman Pancasila sila pertama ini adalah membiasakan berdoa di setiap aktivitas anak. 

Misalnya sebelum makan, tidur, atau bermain. Jangan lupa orangtua selalu mengingatkan untuk berdoa terlebih dahulu. Mengenalkan anak pada kitab suci juga menjadi salah satu pengamalan sila ke-1 Pancasila untuk anak kita yang masih berusia dini.

2. Berkunjung ke rumah saudara, teman atau tetangga.

Salah satu pengamalan sila ke-2 Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ialah berkunjung ke rumah saudara, teman, atau tetangga. Sila kedua yang mengandung makna kemanusiaan, berarti menugaskan kepada orangtua agar senantiasa menanamkan karakter simpati dan empati dalam diri anak.

Cara yang dapat dilakukan orangtua misalnya meminta anak menghibur temannya yang sedang menangis, mengajak bermain bersama sambil menghibur teman yang bersedih, menolong teman jika melihatnya terjatuh atau kesusahan, dan lain sebagainya. Pembiasaan-pembiasaan ini lambat laun akan menjadikan anak kita tumbuh dengan jiwa kemanusiaan yang tinggi.

3. Ajak teman bermain bersama tanpa memilih teman.

Pada pengamalan sila ke 3 Pancasila Persatuan Indonesia terkandung makna persatuan. Karena itu orangtua wajib membiasakan anak untuk rukun. Baik rukun dengan teman bemain, atau dengan cara mengajak teman bermain bersama tanpa membedakan status sosial.

Jangan lupa pula untuk mengajarkan anak tentang kebersamaan. Misalnya sesekali mengajak anak dan teman-temannya makan kue bersama di teras rumah. Selain membuat anak-anak senang, hal ini juga membelajari anak kita tentang makna penting dari kebersamaan.

4. Beri kesempatan untuk memilih sesuai keinginan

Musyawarah untuk mufakat menjadi makna dan pengamalan sila ke-4 Pancasila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Tugas orangtua adalah memberikan kebebasan atau kesempatan untuk anak dalam menentukan keinginannya. Salah satu cara sederhana menanamkan nilai Pancasila sila keempat ini misalnya menanyakan kepada anak tentang menu makanannya. Atau bisa juga dengan memberikan kesempatan pada anak untuk memilih pakaian yang ingin mereka pakai sendiri. Dari dua contoh kebiasaan ini, menjadi dasar orang tua untuk membiasakan anak berpendapat dan mendengarkan pendapat orang lain.

5. Berbagi dengan teman 

Dalam pengamalan sila ke-5 Pancasila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, keadilan menjadi makna penting. Orangtua dapat menbiasakan anak untuk berbagi dengan orang lain. Contoh sederhana ialah berbagi mainan atau makanan dengan teman. Mengingatkan anak untuk bersikap adil terhadap semua teman tidak membedakan teman senantiasa untuk mau bermain bersama dengan semua teman Ini menjadikan anak kita terbiasa untuk hidup adil dalam segala hal.

Memahami nilai-nilai Pancasila memang tidak bisa dengan mudah diajarkan pada anak, terlebih lagi pada anak usia dini. Ketelatenan dan kebiasaan serta tauladan yang diterapkan orangtua di rumah yang membuat anak terbiasa hidup dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhurnya.

semoga anak-anak kita bisa mengamalkan sila-sila Pancasila di kehidupannya dengan baik dan benar sehingga terwujud generasi yang beriman, kuat, bertanggungjawab dan suka berbagi empati dengan sesama.

Posting Komentar untuk "Berikut Cara Menanamkan Jiwa Sila-sila Pancasila Sejak Dini"